3 hal unik pendidikan anak ala Jepang


Keunikan-keunikan ini penulis temukan saat mebaca buku berjudul ‘Pendidikan Anak Ala Jepang’. Hanya terdiri dari 173 halaman. Dalam buku tersebut penulis buku pendidikan, buku pendidikan ala jepang, buku pendidikan anak, buku pendidikan anak ala jepang, uniknya pendidikan anak di jepang, pendidikan anak di jepang, sekolah anak di jepangsecara rinci menuliskan tentang hal-hal teknis dan praktis bagaimana sekolah-sekolah anak di Jepang mendidik siswanya. Seolah pembaca diminta menemukan sendri hal-hal yang sfatnya subtantif edukatif. bahasanya ringan dan renyah serta menarik dibaca siapapun. Akhirnya penulis menemukan hal-hal yang menurut penulis unik untuk bisa ditiru dalam budaya pendidikan anak Di Indonesia.

Kenapa hanya ada tiga hal unik yang penulis catat, karena keunikan lainnya sudah ada di beberapa sekolah swasta (yang menurut penulis sekolah tersebut benar-benar sadar akan pentingnya mendidik karakter anak sejak dini). yang pernah penulis temui di beberapa kota di Indonesia. Seperti misalnya setiap siswa memiliki loker bernama sesuai nama masing-masing, menempatkan sepatu pada tempatnya dan seterusnya.

Tiga hal unik menurut saya adalah,

  1. Mengirim surat via pos

Ini adalah program sekolah dimana sang guru akan mengirim surat via pos bila ada kepentingan yang perlu disampaikan baik kepada siswa ataupun orang tuanya dan ditulis dengan tangan. Unik kan.

  1. Program orang tua-siswa

Program ini biasanya diberikan ketika liburan musim panas, karena masa liburannya agak panjang. Jadi sekolah dalam hal ini guru kelas membuat himbauan program yang harus dilakukan para wali murid bersama anak-anaknya. Misalnya: orang tua (wali murid) mengajak putra-putrinya berolah raga bersama, berlatih bercocok tanam bersama dan seterusnya. Jadi, tugas selama liburan bukan beban siswa sepenuhnya.

  1. Kesetaraan standart untuk semua sekolah

Nah ini yang belum ada di Indonesia. Di Jepang tidak bisa memilih sekolah semau hati, melainkan sekolah sudah ditentukan sesuai area wilayah tempat tinggal. Sepertinya Jepang memang terkenal sisi kerapiannya dalam segala hal. Dengan regulasi seperti ini, mobilitas masyarakat menjadi lebih teratur. Tidak harus bermacetan menuju sekolah yang jauh sesuai keinginan. Mengingat juga bahwa standart sekolah anak di Jepang disama ratakan. Tidak berlomba-lomba dalam hal program, fasilitas dan brand institusi.

Kalau penasaran versi lengkapnya, bisa baca sendiri bukunya. Murah, tapi belum beredar bebas. Karena jumlah jumlah buku yang dicetak juga terbatas. Katanya seperti itu. Belum masuk GM🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s