Trend life style: menjadi pasangan IMers


Sepertinya ini telah menjadi salah satu trend life style saat ini. Iya, ‘menjadi pasangan IMers’. Hipotesis ini mungkin terlalu dini, tetapi jika melihat dinamika pertumbuhan dari berbagai komunitas IMers dari waktu ke waktu yang saya ketahui, sangatlah luar biasa pertumbuhan kuantitasnya. Bertemu dan berkenalan dengan beberapa orang, ternyata pasangan IMers, yang memiliki tingkat pendidikannya tinggi, lulusan kampus luar negeri, almamater kampus s1nya pun dari kampus2 ternama di Indonesia dan seterusnya begitulah. Belum lagi hampir tiap minggu dan bulan sepertinya ada saja seminat, workshop dan pelatihan yang menawakan materi dan skill yang berhungan dengan IM. Dari sinilah saya menilai pertumbuhan komunitas IMers sangat dinamis secara kuantitas. Mungkin saya termasuk yang baru (newbie) dalam lingkaran komunitas ini. Meski tidak secara langsung terlibat secara keanggotaan dalam komunitas IMers, hanya membantu kinerja salah satu IMers (baca: doi).

Flash Back

Dulu hingga kini (mungkin), saya tergolong pengguna akun sosmed fb yang sering update, baik di akun pribadi ataupun beberapa fanspage yang saya buat. Iya,murni hanya untuk menyalurkan apa yang ada dalam pikiran (dalam bentuk note ataupun status2 pendek), sebagian jua ada porsi untuk postingan masalah pribadi hanya sebagai pemanis interaksi dengan teman di sosmed.

Masih lugu, setahun ago saya masih ingat jelas ada yang mau membeli salah satu fanspage saya bahkan akun pribadi saya. Sempat tergoda untuk melepas salah satu fanspage ini karena likers nya sudah banyak waktu itu, pun jumlah pertemanan pribadi juga lumayan (waktu itu masih 3000an pertemanan). Baik pertemanan dan likers fanspage semua saya lakukan ‘natural’, tak ada trik dan ilmu khusus yang saya gunakan. Bahkan juga tidak tahu apa-apa all about optimasi.

Saya tidak banyak Tanya waktu itu, kenapa harus membeli akun dan FP saya?. Saya hanya berpikir, kalau saya menjual FP saya, sama halnya dengan saya menjual idealism saya. Why? Karena selama ini (pada saat itu) saya membuat FP untuk tujuan social ( salah satunya mengajak sebanyak mungkin muslimah untuk berjilbab) dan FP lain untuk tujuan social yang berbeda. Apa yang saya lakukan, ya update note, mini opini, status pendek yang menyentuh hati dst all about jilbab. Tentu akhirnya singat kata, saya menolak menyerahkan FP ataupun akun pribadi.

Apa itu IMers?

Adalah sebutan untuk para pelau internet marketing (IM). Apapun bidangnya bisa masuk dalam dunia IM, baik berupa jasa (pendidikan, pengobatan, property dll) ataupun berupa produk (fashion, makanan, elektronik, media belajar dst).

Apa kerjaan IMers dan bagaimana kehidupannya?

Gampang kalau dilihat dan paham ilmunya. Saya masih termasuk penonton di sini, belum pelaku. Kurang lebihnya seperti ini, mereka cukup punya produk (bisa banyak produk), lalu bikin media marketing (berupa web, ataupun akun sosmed, youtube dll), selanjutnya adalah melakukan SEO atau bahasa gampangnya agar media marketing mereka terindeks di mesin pencari (search engine) dan bahkan mendapat ranking 1. Selanjutnya tinggal tunggu dering telpon, sms, wa, invite pin bb dari calon konsumen yang berada dari ujung Sabang sampai Merauke. Efek selanjutnya, minimal akan ada 10 dering koneksi calon pembeli dari berbagai media komunikasi dalam sehari. Bahkan bisa juga menembak pasar atau konsumen luar negeri.

Dari sini saja kita bisa melihat bukan, bagaimana benefit dari penggunaan dan pengelolaan media internet marketing. Benar, salah satunya kita tidak dapat membatasi calon pembeli. Beda dengan kita buka toko dengan bangunan nyata di pasar dll.

Baru sekali punya pengalaman angkat telpon dari calon pembeli dari India. Bukan karena saya IMers tapi dimintain bantuan angkat telpon nya saja😀

Sampai sini, terbayang sudah kan bagaimana kehidupan pasangan IMers dan bagaimana hal ini mulai menjadi salah satu trend of life style. Cirinya, pasangan IMers ini tidak terlihat aktifitas ‘bekerja’ yang pasti dan jelas bagi tetangga kanan kirinya, waktu mereka sangatlah fleksibel, meski otak dan pikirannya sebenarnya terus berputar mencari sisi inovatif dalam mencari peluang rizki dengan media internet marketing😀. Begitulah. . . . .seru juga kalau dipelajari.

*Newbie IM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s