Tips merintis bisnis rumah tangga


Tentu tips ini hanya cocok bagi Ibu rumah tangga yang telah memutusan untuk tidak bekerja di luar rumah dengan berbagai alasannya masing-masing. Merintis bisnis rumah tangga, kenapa tidak?. Menyitir kata-kata sang guru Bob Sadino, bahwa bisnis yang paling baik adalah bisnis yang dijalankan. Artinya, sesederhana apapun bisnis itu jika dijalankan dan ditelateni maka itulah bisnis yang baik.

Lagi, dari sisi benefit, berbisnis (khususnya yang dijalankan di rumah) selain memiliki sisi benefit berupa profit juga memiliki benefit social yaitu membuka lapangan kerja bagi orang lain (jika membutuhkan bantuan SDM), bisa menemani anak-anak selama di rumah, memiliki waktu yang fleksibel juga tentunya, skil kreatif pun mungkin akan tergali dst. Untuk benefit profit, pasti akan didapat tentunya dengan dengan membulan rencana-rencana strategis, alias tidak ngASAL. Ok, merintis bisnis rumah tangga kenapa tidak? Apa tipsnya?

  1. Pilih bisnis sesuai passion atau minat

Ibaratnya, seseorang pastinya akan lebih nyaman dan bersemangat ketika memakai baju yang sesuai ukuran dan model dengan selera yang diinginkan, dibandingkan dengan yang tidak sesuai dengan selera. Begitu juga dengan bisnis. Untuk tujuan jangka panjang, memilih bisnis yang sesuai minat menjadi hal yang sangat penting. Akan sulit bertahan jika berbisnis tidak sesuai minat, atau terpaksa. Misalnya minatnya di kuliner tetapi memaksa berbisnis fashion atau yang lain. So, tentukan minat bisnia mulai sekarang.

  1. Tepat membaca dan menembak pasar

Karena dari awal sudah memutuskan untuk berbisnis, maka bisnispun tidak bisa ngASAL dipilih dan dijalankan. Butuh membaca dan menembak pasar atau konsumen. Siapa konsumen yang akan disasar nantinya, ditentukan di awal. Karena bisa jadi bidang bisnis yang diminati ternyata belum ada pasarnya. Terlebih ini adalah bisnis rumah tangga, minimal pasar terdekat di daerah kita tinggal ada peminatnya. Namanya juga merintis bisnis. Misal, merintis bisnis katering bento, minimal sudah menembak kira-kira siapa pasar catering bento yang bisa disasar (sekolah, anak-anak tetangga dll).

  1. Mulai, dari yang sederhana, kecil dan sedikit

Sekali lagi, karena ini merintis maka tidak perlu banyak dan besar dulu. Mulai dari yang minimalis dari sisi kuantitas produk maupun modal. Sembari mengukur peminat pasar terhadap produk bisnis kita.

  1. Gait simpati orang terdekat

Ini tidak kalah penting. Ibaratnya, pelaku bisnis akan mendapatkan marketing gratis ketika berhasil menggait simpati orang-orang terdekat (tetangga, rekan, kerabat, anak-anak, keluarga dst). Untuk masa perintisan bisnis, ini menjadi penting minimal untuk mendapatkan dukungan dan trust (kepercayaan) lebih terhadap bisnis kita. Misal, catering bento, minta saja anak-anak kita membawa bekal bento lebih dari satu untuk diberikan ke teman sebangkunya di sekolah. Anak-anak diminta bilang ke temannya kalau bundanya di rumah usaha catering bento. Simpel kan.

  1. Ulet, pasti!

 Ulet, ini kunci untuk semua pekerjaan, semua profesi dan semua usaha atau bisnis. Ulet, yang bersinonim dengan kata sungguh-sungguh ini mutlak dimiliki oleh siapapun yang ingin sukses dalam kehidupannya. Tak kecuali dalam merintis bisnis rumah tangga ini.Ulet dalam hal apa? Semuanya. Ulet memperbaiki produk atau jasa yang dijalankan, ulet memasarkan, ulet mennggait konsumen dan ulet-ulet yang lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s