Inilah 3 hal simpel, agar selalu sehat


Semua orang mungkin sepakat bahwa arti sehat itu mencakup sehat secara fisik dan psikis. Sayang sekali bukan jika fisik sehat tapi mental sakit. Benar? Orang tidak lagi bisa berpikir kreatif, rasional dan strategis dalam menajalani kehidupannya dan seterusnya. Atau sebaliknya. Tentunya semua orang ingin mengalami kondisi sehat secara sempurna, fisik dan psikologis. Setuju?

Keberadaan sosmed akhir-akhir ini cukuplah membuka mata semua orang bahwa kesehatan psikis seseorang tak bisa terlihat dan terukur dari status kesehatan fisik yang terlihat. Pernah menemukan? Di dunyat baik-baik saja, prestasi akademik dan berorganisasi baik, tetapi setiap memposting status selalu galau luar biasa. Lagi, pernah mendengar berita seorang pemuda atau orang dewasa yang perilaku kesehariannya sangat baik dinilai masyarakat sekitar tetapi tiba-tiba ditemukan meninggal dalam kondisi bunuh diri. Pernah tahu?. Oke, suicide atau perilaku bunuh diri tergolong pada perilaku abnormal dalam ilmu pskologi klinis. Artinya perilaku ini embutuhkan penanganan khusus untuk dipulihkan pada kondisi normal (sehat).

Kembali ke topik, lalu bagaimana agar seseorang bisa sehat dengan hal-hal simpel? Tanpa biaya mahal, tanpa waktu khusus, dan tanpa tenaga ekstra. Ya, karena judulnya saja sudah bilang simpel, jadi memang benar-benar sesuatu yang sangat mudah dilakukan. Apa saja itu?

  1. Berdoá

Ini aktifitas simpel banget bukan? Diamanapun dan kapanpun bisa diakukan. Tapi terkadang karna terlalu simpel jadi sering terlupakan. Berdoa tentunya tidak dengan asal, tetapi mengandung unsure emosional berupa keyakinan akan dikabulkan dan perasaan dekat memohon kepada yang Esa.

Sejumlah studi telah menemukan hubungan antara aktifitas berdo’a (prayer) terhadap status kesehatan disampaikan Koeing dkk juga oleh Dunkle, Peterson & Bolling (dalam Compton 2005) bahwa beberapa studi yang pernah dilakukan juga telah menemukan bahwa semakin tinggi frekuensi dalam berdo’a memiliki hubungan dengan kesehatan emosional, kesehatan mental, psychological well being, vitalitas yang lebih baik serta penurunan depresi setelah pembedahan atau operasi pada penderita penyakit jantung. Simpel kan gan…

  1. Selalu mengingat Tuhan (spiritualitas)

Apa sih beratnya Cuma mengingat-ingat aja, iya mengingat bahwa setiap saat kita berada di tengah ciptaanNya yang luar biasa berupa alam dll. Bahkan dalam diri kita sendiri adalah bukti ciptaanNya yg luar biasa bukan? Atau berpikir hal-hal lainnya yang membuat kita semakin melihat kebesaranNya dan kita semakin dekat denganNya. Sehingga kita sadar akan keberadaanNya yang selalu membersamai kita. Simpel juga kan? Hanya berpikir tentangNya!!! Ini lho hasil-hasil penelitiannya kalau masih kurang percaya…..

Greenberg (2004) menuliskan kajian tentang spiritualitas, religiusitas dan pengaruhnya terhadap kesehatan mental. Diantaranya, spiritualitas dan religiusitas telah berhubungan dengan berbagai parameter kesehatan (misalnya tekanan darah), para peneliti juga menggunakan spiritualitas dan religiusitas sebagai intervensi untuk menghilangkan stres. Purnama (2009) juga menemukan bahwa ada hubungan signifikan antara spiritualitas dengan tingkat stres.

  1. Mendengarkan irama yang teratur

Yang ini apalagi, makin simpel lagi. Tinggal putar MP3 dll. Sadeghi (2011), menyampaikan bahwa secara alami manusia memiliki kecenderungan secara psikologis terhadap irama, ritme dan harmoni, juga terhadap sesuatu yang teratur dan terkoordinasi. Pada tahun 1960 seorang ilmuwan bernama Hans Jenny menemukan bahwa gelombang suara dapat mempengaruhi bentuk dan material sel tubuh. Sedangkan Fabien Maman dan Sternheimer (1974) menemukan bahwa setiap bagian tubuh memiliki sistem vibrasinya masing-masing, dan gelombang suara ternyata memiliki efek pada sel kanker.

Lebih spesifik, Yurisaldi (2010), menyampaikan lebih khusus lagi bahwa suara dengan efek yang lebih kuat akan berpengaruh lebih besar terhadap perubahan sel kanker, bahkan sel kanker dapat hancur dengan lantunan al qur’an. Suara lantunan al qur’an memiliki frekuensi yang khas yang akan merangsang sel secara keseluruhan. Prosesnya, gelombang suara itu bergerak ke telinga menuju sel otak dan kemudian mempengaruhi kerja otak dan sel tubuh. Sel darah merah juga menunjukkan perubahan ketika mendengarkan suara lantunan al qur’an. Fungsi sel darah merah dapat melawan virus dalam tubuh. Ini menunjukkan bahwa suara dapat meningkatkan imunitas tubuh dan melawan penyakit.

Nah, lantunan Al Qurán itu salah satu irama yang teratur. Bagaimana tidak, membacanya harus sesuai dengan hukum bacaan yang ditentukan khususnya tentang panjang pendek bacaannya.

Ketiga poin di atas, memiliki manfaat bpositif baik secara fisik maupun pikis. Simpel bukan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s