8 tanda pengendara egois, kamu?


Bagi siapapun yang sering berkendara di jalan raya karena menjadi bagian dari rutinitas hariannya, mungkin pernah sesekali melihat kejadian yang membuat dahi mengerut, mulut cemberut, atau mulut manyun dan muka sembengut, paling ekstrim sampai keluar sumpah maut. Iya salah satunya karena ulah para pengendara lain yang egois sehingga teledor memperhatikan kanan kiri dan sekitarnya bahkan rambu lalu lintas yang ada. Apa saja cirri mereka? (semua poin pernah penulis temukan sendiri kasusnya)

  1. Salip kiri semaunya

Kemungkinan apa yang terjadi jika ada orang salip kiri semaunya, padahal yang di depan sudah memberi tanda akan menepi atau akan belok kiri? Sudah tahu sendiri jawabannya . Kenapa tidak memilih sabar menunggu yang depan selesai menepi atau belok dulu?

  1. Belok kanan riting kiri

Entah karena lupa atau karena pakai SIM instan jadi salah untuk menyalakan lampunya sesuai arah yang seharusnya. Gemes lihat pemandangan seperti ini yang tidak sekali dua kali. Kalau sengaja dilakukan sepertinya tidak mungkin. Kalau lupa okelah. Fatalnya kalau pengendara di belakangnya mau belok kanan karena dikira yang di depannya belok kiri (padahal salah riting), bisa saja terjadi tabrak ringan.

  1. Yang penting saya …

Ini kelihatan sekali egoisnya. Melakukan segala hal demi kepentingan dirinya. Agar tidak telat, mungkin salah satu alasannya. Dengan begitu, sekenanya nyalip, semaunya senggol kanan kiri, padahal lalu lintas padat dan jalan sempit.

  1. Rem mendadak

Kontrol kecepatan, emosi dan pikiran saat berkendara itu penting. Kalau tidak, yang terjadi adalah rem mendadak setelah tarik kecepatan sangat tinggi. Akibatnya, kalau pengendara tersebut kondisinya sedang labil minimal akan jatuh sendiri dan mengenai kanan kiri atau nyerempet sedikit pengendara yang di depannya dan akibat2 lainnya yang mungkin lebih ekstrim bisa saja terjadi. Oleh karenanya penting untuk, jaga jarak dan control kecepatan.

  1. Buang sampah sembarangan saat berkendara

Ini tak kalah menjengkelkan, baik pengendara roda dua ataupun roda empat. Bisa dibayangkan, kalau sampah dibuang saat berkendara, ada kemungkinan sampah akan bergerak kearah belakang dan pengendara di belakangnya yang akan kena. Meski kadang, sampah akan langsung jatuh ke bawah jika memiliki berat cukup untuk jatuh. Tapi untuk tipe sampah yang ringan, plastik misalnya, sangat mungkin terbang ke belakang dan begitulah . . .

  1. Terjang genangan air tanpa mikir

Ini tergolong orang yang punya hati tapi tak merasa (hatinya mati). Entah pengendara mobil atau sepedah motor, sudah tahu ada pejalan kaki atau pengendara sepedah di sebelah kirinya, tetap saja tidak mengurangi laju kecepatannya sehingga genangan sisa air hujan harus dinikmati oleh pejalan kaki atau pengendara sepedah di sebelahnya.

  1. Tutup jalan sisi kiri di lampu merah

Ada beberarapa perempatan lampu merah yang memang membolehkan pengendara yang akan belok kiri untuk meneruskan perjalanannya meskipun lampu apill masih menyalah merah. Tapia pa yang terjadi? Yang akan belok kiripun terpaksa menunggui lampu merah sampai hijau karena pengendara yang tidak hendak belok kiri telah mengambil jatah jalan pengendara yang akan belok kiri. Sebelkan?

  1. Paling parah, terjang plang rel kereta api

Tahu sendiri lah beritanya ya….🙂

Minimal dimulai dari diri sendiri yuk untuk santun dalam berkendara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s