Spirit Nuh 10-12


Bismillaah, pagi yang luar biasa dengan segala kucuran nikmatNya.

Saya hanya ingin berbagi cerita  bahwa akhir-akhir ini pikiran saya semakin tertuju pada tiga ayat dalam surah Nuh tersebut (ayat 10 – 12). Saya mengetahui arti dari ayat ini ketika saya dan teman-teman selingkaran kala itu memiliki agenda bersama berupa ‘sehari menghafal Nuh’. Ya, kami jadwalkan agenda dimulai dari jam 8 pagi hingga maghrib tiba. Itu waktu yang harus kami gunakan untuk mengahafal dan menyetorkan kepada ustadzah. Alhamdulillaah kami menjadi punya tabungan hafalan lagi di hari ini. Meski saat setoran belum bisa lancar total terutama di ayat2 terakhir. Inilah awal saya mengetahui arti dari ayat tersebut.

Maka aku katakan kepada mereka, “Beristighfarlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan melengkapkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai.” (Surah Nuh, 71: 10-12)

Ada dua spirit yang masih saya renungkan (maklum miskin ilmu tafsir, hanya modal tadabbur saja).

  1. Spirit Praktis
    Spirit ini adalah spirit yang hanya melihat arti secara eksplisit dari ayat tersebut sehingga kita bisa berkesimpulan seperti ini, berarti kalau mau kaya harta perbanyak istighfar, kalau mau banyak anak perbanyak istighfar. Dan memang secara jelas ayat  tersebut menyebutkan arti seperti itu. Next

  2. Spirit Moral
    Akhirnya saya bertanya, Kenapa Allah meminta hambaNya untuk beristighfar memohon ampun lalu kemudian berjanji akan memperbanyak harta dan anak keturunan baginya? Kenapa haru sdengan memohon ampunan? bagaimana hubungannya dengan harta dan anak-anak? Kenapa tidak  menggunakan kata-kata mohonlah harta kepadaKu? Disinilah saya terus merenungkan hal ini.

Sayapun berpikir tentang diri saya sendiri. Iya ya setiap detik lintasan pkiran ini tak terkendali lalu lintasnya, baik yang negatif maupun yang positif. Baru berpikir akan melakukan kebaikan kecil saja bayangan riya’ sudah mengintai, tingkat keikhlasan selalu tergoyahkan, ringannya langkah untuk terus berbuat baik tak bisa istiqomah. Diberi kenikmatan sedikit, lupa denganNya ibadah-ibadah yang biasanya menjadi habit jadi sedikit ditinggalkan. Kenikmatan yang ada belum semuanya mampu disyukuri. Diuji sedikit saja sudah mudah su’udzon dengan ketentuanAllah. Do’a masih tertunda sudah ngeluh-ngeluh, padahal tahu bahwa Allah Maha mengetahui segala yang terbaik untuk hambaNya. Dimudahkan untuk menghafal beberapa surah, jadi meremehkan karna merasa menghafalkan itu mudah nanti saja kalau luang menghafal lagi, ndak usah tiap hari menghafalnya. Dan seterusnya dan seterusnya…..

Ahhh intinya benarlah kalau kita diminta untuk selalu beristighfar kepadaNya. Memohon ampun setiap saat dan waktu.

Yaa Ghoffaar kumpulkan kami dengan hamba-hambaMu yang senantiasa mengingatkan kami untuk selalu ingat denganMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s