Perdagangan Sang Waktu


Ya karena sejak kecil mungkin, sang bunda telah sering menggendong tubuh mungil dan mengajaknya keliling belanja bahan makanan untuk sekeluarga di pasar. Setelah kemampuan pikiran kian mengalami perkembangan, kita mulai mendefinisikan apa itu perdagangan? Siapa penjual dan pembeli? Tak terelak kita pun mulai mengerti tentang apa yang dijual dan apa yang dibeli? Apa manfaat dari apa yang dibeli dan mendapatkan apa dari menjual sesuatu dalam perdagangan? Begitulah aktifitas lingkaran perdagangan yang terlihat oleh kasat mata. Pikiran terus melangit, hingga sampai pada hal yang melangit juga.

 

YaTernyata lagi, perdagangan itu ada yang tak terlihat, tetapi perdagangan itu bukan misteri dan bukan perdagangan dengan makhluk ghaib. Namun, tak kalah penting untuk diikuti perkembangannya, untuk terus ikut mengevaluasinya, memperbaiki kualitas barangnya, bahkan terlibat dalam perdagangan itu. Ini adalah satu-satunya perdagangan yang akan menyelamatkan Siapa saja yang benar-benar memperhatikan barang dagangannya (baca: waktu).

 

Salah satu benda imaginer yang sangat dibutuhkan selama manusia bernafas ada WAKTU. Makan membutuhkan waktu, tidur, belajar, shoping, rapat, travelling, camping, semuanya membutuhkan waktu. Dan kita semua memilikinya. 1440 menit dalam satu hari.

 

Inilah barang dagang kita di setiap detiknya. Siapa pembeli barang kita? Pembeli terbaik adalah yang membeli dengan harga tinggi sehingga laba kita pun menjadi banyak, dan pembeli paling tidak baik adalah membeli barang dagang kita dengan harga serendah-rendahnya. Parahnya jika, kita mau barang dagangan kita dibeli oleh pembeli yang tidak baik. Tidak memberikan banyak manfaat terhadap diri kita.

 

Semuanya pilihan, apakada waktu kita akan kita jual kepada pemilik facebook, twitter, dan sosmed lain dengan Cuma-Cuma? pada pemilik diskotik? Pada pengedar gelap narkoba? Kepada ilmu pengetahiuan dan agama? Kepada manusia? Ibu-ibu yang ingin belajar membaca? kepada anak-anak bangsa yang butuh banyak asupan nutrisi mental (motivasi, mimpi, harapan, masa depan)? Kepada Allah dan rasulnya? Atau Siapa pembeli yang telah kita tentukan untuk membeli waktu kita?

 

Waktu tak pernah menampakkan diri secara fisik. Mungkin itulah yang menyebabkan penjual waktu terlena dengan yang sedang ia miliki untuk dijual. Mungkin detak jam dindinglah yang membantu menerjemahkan berjalannya waktu di setiap harinya, tetapi itu bukan wujud sejati dari sang WAKTU.

 

Wujud sejati dari sang WAKTU adalah ia Al Ashr. Sebuah masa dengan segala isi aktifitas dan kemanfaatannya, terus melaju tak pernah kembali. Tetap ada sampai kita mati. Bukan sekedar detak jam dinding yang kapanpun bisa kita putar semaunya. yang tergantung dengan energi baterei yang juga butuh waktu dalam memanfaatkan energinya sendiri untuk benda lain.

 

Berusaha setia dengan Al Ashr, NBC, perpus pusat UGM 21052014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s