Agar Diet Menjadi Menyenangkan


Dalam satu bulan terakhir, hampir setiap hari bertemu dengan seseorang yang sedang dalam proses diet. Ada berbagai motif  yang berbeda kenapa mereka harus memutuskan untuk diet. Diantaranya demi menjaga penampilan (karena tuntutan profesionalisme kerja), pola hidup sehat, mengurangi obesitas dan lain-lain. Yang belum saya temukan adalah motif trend.🙂

Ada beberapa pola diet yang dilakukan oleh mereka, diantaranya
1.berolah raga dengan rutin dan menjaga pola dan asupan makanan yang di konsumsi (kalori, lemak, protein dll) benar2 mereka perhatikan.
2. Hanya mengatur pola dan asupan makanan. Mengatur jam makan dan menentukan makanan-makanan yang hanya boleh mereka makan saat proses diet, tanpa berolah raga.
3. Mengkonsumsi produk-produk yang mengklaim mampu menurunkan berat badan dengan begitu fantastis. Dengan harga yang sangat fantastis juga tentunya. Tanpa mengatur pola makan dan tanpa berolah raga. Ini pola paling pragmatis dangan sangat tidak rekomended mungkin.dan yang paling trend saat ini adalah,
4. Pola diet dg OCD (Obsesive Corbuzier Diet).

Saya mencoba berempati kepada salah satu diantara mereka yang sedang diet. Bagi saya adalah hal luar biasa dan positif bagi mereka yang bisa melakukan diet. Bagaimana tidak? Mereka harus mengatur asupan makanan mereka, mengatur jam makan dan seterusnya.  Hari ini sudah mengkonsumsi protein berapa banyak, lemak, karbo dan seterusnya, analisa ini selalu dilakukan oleh mereka yang sedang diet. Intinya memberikan apresiasi tinggi bagi mereka yang mampu menjaga pola makan (secara kuantitas dan kualitas).

Satu hal saja yang membuat saya ingin menulis artikel ini. Adalah ketika menemukan seseorang yang menurut saya justru mengalami distress ketika dalam masa proses diet dalam rangka menurunkan berat badan yang melebihi dari kondisi ideal seharusnya. Mereka biasanya menunjukkan gejala kecemasan ketika berat badan tak kunjung turun, wajah murung ketika harus menahan tidak memakan makanan favorit di tengah banyak orang yang dengan nikmatnya menyantap makanan-makanan itu, mengucapkan kalimat-kalimat negatif tentang kondisi tubuhnya, lebih memilih banyak tidur agar tidak banyak makan dan seterusnya.

Diet seolah menjadi stressor. Sesuatu yang tidak mengenakkan, suatu kekurangan dari seseorang atau sesuatu yang negatif lainnya. Sehingga diet menjadi tidak menyenangkan, dan justru membuat seseorang stres. Sedangkan kondisi stres akan berdampak negatif terhadap metabolisme tubuh. Nah, jika diet justru membuat seseorang stres, diet menjadi hal yang sangat sangat merugikan.

Bagaimana agar diet menjadi menyangkan?

1. PD
Senang atau tidak adalah soal perasaan. Kita bisa senang tetapi orang lain belum tentu senang, itu sangat mungkin dan wajar. Kita suka roti orang lain tidak suka, hal biasa kan? begitu juga dengan diet. Percaya diri harus terbangun dalam diri, bahwa ‘saya suka dengan pola hidup diet’. Ucapkan dan resapi kalimat ini.

2. Flow
Mengalir saja dengan ke-PD-an diet itu. Tak perlu terbebabni dengan penurunan berat badan yang tak kunjung terlihat. Toh pada waktunya pasti akan mengalami penurunan jika konsisiten mengatur pola makan. (Baca: puasa ramadhan)

3. Memaknai Diet
Tanamkan terus makna-makna positif dari diet. Diet adalah pola hidup sehat yang tidak semua orang mampu melakukannya. Diet adalah bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan tubuh. Diet adalah wujud sayang dan cinta kita terhadap tubuh. Dst.

Ingat, jika kondisi psikologis kita positif maka juga akan berpengaruh positif terhadap proses fisiologis.

#semoga bermanfaat

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s