Isyarat Cinta (Pengantar)


Berfikir, harus memulai dari mana menulskannya. Penulis ulung bukan, kutu buku apalagi, faqih sirah tidak sama sekali, pribadi romantic masih kecil sekali kemungkinan, pembaca setia novel bukan, pribadi yang hangat bersahabat juga masih banyak cacat, suka membaca buku terjemahan karya Ibnu Qayyim al jauziyah masih pasti, bertema Hati ataupun Cinta. Karena ketia usai membacanya merasakan pengaruh positif untuk semakin melembutkan hati dan memahamkan diri tentang cinta. Memangnya kenapa harus memahami cinta?

Tak kan habis tinta yang tersedia di dunia menuliskan ilmu Allah, mungkin juga ilmu tentang cinta. Berapa ribu syair lagu yang telah tercipta oleh para pujangga lagu di dunia yang bertemakan CINTA dan tak satupun dari syair mereka yang sama, serta hampir tak pernah ‘tidak menarik’ banyak penikmat untuk mendengarkan dan mendendangkan dan mengulang-ngulangnya. Bukan hanya lagu, tetapi juga novel, cerpen, film yang bertema cinta hamper selalu mengundang banyak manusia untuk menikmatinya.

Ini salah satu isyarat bahwa manusia tidak lepas dari apa yang disebut dengan cinta. Sepanjang kita hiduppun mungkin telah banyak menemukan kisah-kisah cinta yang begitu beragam warna dan pesonanya baik datang dari orang lain ataupun dari diri kita sendiri alias pengalaman pribadi. Mulai dari kisah-kisah cinta yang menginspirasi dan menggugah hati sampai kisah-kisah cinta yang membuat kita ‘takut’ bertemu dengan cinta. Kita pun bisa merasakan atau merating dari sekian pengalaman pribadi tentang cinta, mana yang merupakan cinta paling terendah dan mana yang merupakan pengalaman cinta yang mulia.

Apa itu cinta terendah dan cinta yang mulia. Satu benang merah dari keduanya adalah semakin mulia jika adanya cinta itu semakin menjauhkan diri dari segala ma’siat dengan kata lain semakin membuat diri mendekat pada sang Maha pemilik hati.

Siapapun dan tak satupun manusia luput dari cinta. Penderita psikotik (salah satu gangguan kejiwaan) misalnya, bisa jadi kerna cinta mereka menjadi seperti itu, atau saudara-saudara kita yang terlahir dengan cacat mentalpun mereka masih memiliki cinta, tatap saja matanya sambut lembut dengan senyum sapa dengan hangat maka mereka pun bisa membalas dengan sikap-sikap yang begitu sederhana yang sarat dengan energy cinta, hanya keterbatasan yang membuat mereka belum mampu mengekspresikan cinta dengan lebih sempurna pada sesama.

Manusia termulia Muhammad, dan para sahabat-sahabat mulia yang di jamin masuk surge sekalipun, mereka butuh dan hidup dengan penuh cinta. Mereka juga mencintai seseorang dari lawan jenisnya, mereka juga punya cemburu dan seterusnya. Jadi jangan menjadi sok suci sehingga memungkiri. Tetapi juga tidak salah menempatkan cinta pada tempatnya. Lalu, siapa yang hidup di dunia ini tanpa cinta?

Seorang yang sebatangkara, hidupnya mengembara tak memiliki Siapa-siapa masih bisa mengatakan bahwa dunia ini penuh cinta. Hanya manusia yang sempit pikirannya, ciut hatinya, yang akan mengatakan bahwa dunia dan orang-orang disekitarnya tidak lagi mencintainya, tak lagi berpihak padanya, tak lagi menyayanginya sehingga tak jarang suicide jadi pilihan jalan keluarnya.

Jemari ini benar-benar sangat miskin ilmu untuk bicara ataupun menulis tentang cinta. Lalu apa modal yang membuat jemari ini menulis tentang cinta dan isyaratnya. Jemari pun tak kan pernah mampu menjawabnya karena ia tergerak oleh pikiran dan pikiran terdorong oleh hati, lalu Siapa yang menggerakkan hati ini? pasal pertama dan utama, adalah bahwa tidak ada yang kebetulan semua hal yang terjadi, Allah azza wa jalla sebagai Al Baari’ Al Mushowwir yang telah mendesain dengan detail dan sempurnanya semua kejadian di muka bumi ini. Dia yang menggerakkan seluruh tangan, menakdirkan kegembiraan, kesedihan juga kematian.

Tulisan ini tak hendak menuliskan tentang teori-teori cinta para ilmuwan, atau hasil-hasil penelitian. Tulisan ini hanya ingin menyampaikan bagaimana fenomena-fenomena cinta di era serba modern, fenomena yang memberikan hikmah bahwa inilah isyarat cinta sehingga kita bisa mengenalinya dan mengolahnya.

Hanya bisa berdo’a semoga jemari ini bisa menuliskan hal-hal yang maslahat untuk jiwa umat. Karena cinta adalah bagian dari suplemen jiwa yang sehat. Tak kan sehat jiwa manusia tanpa cinta. Allaahu a’lam bis showwab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s