I am Indonesia


Siapa sih Kita?, Siapa sih Indonesia?. Benarkah Indonesia ramah dan indah serta berbudi dan berbudaya? Itu adalah kata-kata yang menggambarkan Indonesia, sejak penulis masih dini. Indonesia, adalah negeri yang tak kan habis terurai tentang keindahan alamnya, tak kan habis pesona terpancar dari beragam budaya adat, suku, lagu, bahasa dan makanan khas di tiap daerahnya.

 

 

Gemuruh ombak yang menggebu akan seraya bertabu dengan gejolak larva dan magma di perut-perut merapi yang aktif di daratan pulau, aliri materi yang kian suburkan tanah bumi pertiwi tanpa pupuk kimiawi. Benar-benar anugrah ilahi yang patut terus disyukuri.

 

Ingin sekali menulliskan sesuatu, ‘agar tak  ada lagi orang yang akan berkata bahwa negeri ini sudah tidak lagi menghargai budayanya’. Agar tak terdengar kata bahwa ‘negeri ini sudah tidak mengenali budaya asli bumi pertiwi’. Perkataan ini sama menyakitkannya bahwa bumi pertiwi tengah dalam kondisi sangat lemah. Persis bahwa negeri yang kuat adalah negeri yang mampu menghargai budayanya, bukan malah semakin menggeser budayanya dengan nilai-nilai modernitas yang nyaris nihil akan kesejukan filosofi kehidupan, jauh  dari ketentraman jiwa serta kesejahteraan psikologis manusia.

 

Seberapa kuat bangsa Indonesia menjaga kebudayaannya? kemana saja selama ini bangsa ini, mendadak bak kebakaran jenggot saja saat negeri tetangga meklaim  bahwa satu lagu daerah itu adalah dari negerinya. Barulah negeri ini protes sana-sini, tidak terima dengan klaim negeri tetangga satu ini. Sedang sebelum-sebelumnya nyaris tak ada gaung yang melestarikan lagu daerah itu dalam bentuk apapun. Tontonan2 televisi, penuh hiburan dengan warna arus globalisasi. Seharusnya, peristiwa ini bisa membut bangsa ini semakin sadar, bahwa mungkin memang selama ini negeri ini telah terbuai modernitas dan mulai meninggalkan identitas budayanya.

 

Kira-kira alasan  arus globalisasikah atau arus modernitas yang membuat Indonesia tergeser jauh dari budaya negerinya? Antara keduanya atau mungkin juga faktor lainnya. Masyarakat dunia mungkin akan sepakat jika dikatakan bahwa Jepang bukan sekedar Negara maju, berteknologi tinggi, pendidikan selalu diutamakan hingga ada program seorang profesor mengajar di tingkat TK, dunia kesehatan juga sangat diperhatikan tetapi juga Negara yang begitu kuat menjaga kelestarian nilai-nilai luhur budayanya.

Masyarakat dunia di sudut bagian mana yang tidak mengenal budaya Kaizen, minum teh, Samurai atau budaya Harakiri (bunuh diri demi kehormatan diri), ya itulah Jepang dengan  kekuatan internalnya berupa konsistensi yang kuat terhadap budaya nenek moyangnya sehingga tak mudah ‘terjajah’.

Lalu, apakah Tuhan memang hendak menkdirkan bahwa satu ras itu lebih baik dari ras satunya? (baca: melayu vs mongol). Mungkin akal manusia akan memprotes bahwa, tidak adil sekali Tuhan, jika menghendaki seperti itu, dan begitu bodohnya manusia jika percaya akan premis seperti itu.

 

Penulis teringat kesan mendalam, pada Satu film jadul tahun 2009 berjudul “the last samurai”, menyiratkan banyak pesan moral sarat nuansa heroism serta nasionalisme yang luar biasa dari para penduduk negeri asli Jepang. Jepang begitu bangga luar biasa atas nilai-nilai lokal di atas nilai modernitas yang di tawarkan Amerika saat itu. Lebih bangga menggunakan samurai dibanding senjata api Amerika, tak diragukan kebanggaan masyarakat Jepang terhadap budayanya karena mereka telah menaruh harga mati demi terus melestarikan budaya local (Samurai). Sepertinya, simbol-simbol modernitas tak mampu berikan nilai kesejahteraan jiwa dan raga (baca: samurai vs senjata api). Nyaris Tak ada filosofi humanity dalam simbol senjata api, beda dengan ajaran dalam budaya Samurai.

 

Bahkan ketika berperang dengan Samurai pun mereka masih memiliki etika-etika kemanusiaan saat berperang. Sangat berbeda dengan subtansi nilai dari sebuah senjata api yang hanya memntingkan kemenangan dan kompetisi kekuasaan semataDesain mbak ana copy. Cukuplah Jepang sebagai tetangga terdekat yang bisa dicontoh oleh Indonesia seharusnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s