Kenapa harus menulis lembar harian?


Menulis tentang aktifitas, perasaan dan pikiran serta ide-ide, karya ilmiah, opini dll bukanlah soal kebutuhan eksistensi hidup bagi saya, apalagi jika tertulis di media-media blog seperti ini. Lebih dari itu, ini bagian dari regulasi diri saya. Termasuk menuliskan lembar harian (diary).

Kenapa menulis lembar harian? Ia bagian dari aktifitas yang bisa menenangkan dan menyembuhkan serta menghidupkan semangat. Terkadang tak butuh menyampaikan pada sahabat teman dan sosok hidup lainnya, karena memang tidak butuh tanggapan, poor hanya butuh di dengar dan diterima apa adanya, cukup.

Buku Habibie dan Ainun yang begitu menginspirasi itupun tertulis dengan niat awal sebagai media penyembuhan sang Habibie dari tekanan berat yang Ia rasakan setelah sepeninggal cinta sejatinya Ainun.

Karena memang dengan lembar harian inilah saya merasa ada penerimaan setulusnya tentang apa adanya saya, itulah yg tidak akan saya dapatkan dari sosok-sosok yang hidup.

Lalu, kenapa di blog? Setiap kita memiliki ruang nyaman sendiri-sendiri. Dan blog adalah salah satu ruang nyaman bagi saya.

Selanjutnya, saya jg ingin menjadikan blog ini kaya manfaat, tapi butuh perlahan-lahan. Karna pastinya aktifitas di dunia nyata lebih diutamakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s