Healthy Fasting During Pregnancy: perspective of psychology


Sehat Berpuasa Saat Hamil : perspektif psikologi

Apa sih rahasianya agar bisa tetap berpuasa saat hamil? Dan tubuh juga tetap sehat. Bukankah orang hamil dapat keringanan untuk tidak berpuasa?

Saya ingin berkisah terlebih dahulu. Boleh ya. Ada seorang ibu rumah tangga yang saya kenal, tinggalnya di Bantul Yogyakarta. Beliau dikenal sebagai pembicara khusus tentang parenting, memiliki yayasan pendidikan dan sekaligus menjadi konselor pendidikan, hal ini dipengaruhi oleh pengalaman di lapangan yang beliau miliki. Kalau boleh menyebut nama, beliau adalah Bu. Nunung Bintari. Dalam sebuah seminar beliau berkisah (semoga saya tidak salah mengingat kisahnya).

  Continue reading

Cintaku hanya untuk jodohku


Begitulah kira-kira prinsip saya sejak dalam masa ‘penantian’. Kenapa tiba-tiba ingin menulis artikel ini? Apa yang saya lakukan dengan memiliki prinsip di atas (cintaku hanya untuk jodohku)? Dan apakah Berarti sebelum menikah tidak pernah jatuh cinta atau tertarik dengan seorang laki-laki? Kenapa saya berani berprinsip seperti ini? Ya beginilah . . . . Continue reading

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum akad nikah?


Hampir semua artikel yang saya tulis, berangkat dari peristiwa yang saya lihat dari orang lain ataupun yang sedang saya alami sendiri. Termasuk tentang artikel ini.

Ya, sejak saya menikah, beberapa kali mendapat pertanyaan yang sama, di mana menurut saya ini adalah pertanyaan mendasar dan tak kalah penting untuk dipersiapkan. Bukan berarti tidak ada yang bertanya seputar teknis ya. Tetap saja ada pertanyaan seputar teknis seperti, mbak pertanyaan apa saja yang mbak ajukan ke ihwan waktu forum ta’aruf? Bagaimana rasanya setelah akad padahal belum pernah kenal sebelumnya? De el el dst. Nah, satu pertanyaan yang membuat saya berpikir bahwa ini pertanyaan lebih penting dari sekedar pertanyaan seputar teknis prosesi pernikahan.

Pertanyaan tersebut adalah, Mbak, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum akad?. Continue reading

The Science of Happy Marriage


The Science of Happy Marriage

Mengapa perlu belajar “The Science of Happy Marriage”?

Kebanyakan nasehat perkawinan hanya berupa opini atau sharing pengalaman pribadi, bukan berdasarkan bukti2 ilmiah. Nasehat perkawinan yg bersumber dari Agama (Ayat2 Qouliyah) sudah seharusnya diikuti oleh pemeluknya. Dan alangkah baiknya jika diperkaya dengan hasil2 penemuan ilmiah (Ayat2 Kauniyah) yang bersifat universal & evidence based (berdasarkan bukti2 nyata)

“The Science of Happy Marriage” adalah saran2 untuk memperkuat & memperindah hubungan suami istri yg didasarkan penelitian selama lebih dari 30 tahun bersama lebih dari 3000 pasangan (dalam penelitian untuk memprediksi terjadinya perceraian). Ditambah penelitian lebih dari 10 tahun bersama 4000 pasangan (dalam penelitian untuk mencegah perceraian & terapi pernikahan). Telah dipraktikkan oleh lebih dari 14.000 Terapis di seluruh dunia. Saya mengikuti training sebagai terapis ini dengan John & Julie Gottman pada bulan Juni 2013 di Tampa, Florida. Continue reading